Benarkah, rajin mengkonsumsi bayam dapat mencegah Kanker?

bayam, nurjaman blog, nurjaman.science
image by pixabay.com

Siapa yang tidak tahu dengan sayuran daun hijau yang bernama bayam. Selain penuh nutrisi dan rasanya yang lezat, sayuran ini seolah menjadi makanan super ketika cuaca dingin. Bayam juga merupakan salah satu sayuran yang tinggi akan antioksidan dan merupakan sumber vitamin A, B2, C dan K yang baik. Selain itu, bayam mengandung magnesium, mangan, folat, zat besi, kalsium dan potassium. Dalam sebuah studi yang dilakukan, konsumsi semangkuk bayam setiap hari dapat meningkatkan efisiensi otot. Dengan mengkonsumsi 300 gram bayam dalam sehari, dapat mengurangi 5% jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk menguatkan otot ketika berolahraga.

Dengan mengesampingkan rasa lezat dari bayam, siapa sangka makanan lezat ini membantu memerangi banyak jenis kanker. Termasuk kanker prostat, kanker payudara, ovarium dan bayam juga dapat mengurangi risiko kanker kulit. Ini didapat dari flavonoid dan antioksidan yang terkandung pada bayam, terutama antioksidan beta-karoten yang berperan utama dalam memerangi kanker. Tak hanya memerangi kanker, bayam pun membantu meningkatkan kesehatan mata, tulang dan memiliki sifat anti penuaan yang sangat kuat.

Bayam juga mengandung asam oksalat yang sangat tinggi, yaitu asam yang bisa mengikat zat besi dan kalsium sehingga menyebabkan tubuh akan menyerap lebih sedikit zat besi dan kalsium. Untuk membantu proses penyerapannya dalam tubuh, disarankan untuk mengkonsumsi bayam bersama dengan makanan yang kaya akan vitamin C, seperti tomat atau jus jeruk. Terlalu banyak makan bayam juga dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti kembung, gas dan kram. Karena bayam ini tinggi akan serat.

Dalam hal lain, bayam juga dapat membantu proses diet atau menurunkan berat badan. Dalam sebuah penelitian, kandungan klorofil (klorofil = zat hijau daun) dan thylakoid pada bayam dapat membantu mengatur rasa lapar, kenyang dan kadar gula darah. Thylakoid inilah yang berperan untuk menunda pengosongan lambung dan menurunkan tingkat hormon terkait kelaparan seperti ghrelin.

Bagaimana memilih bayam yang baik untuk dikonsumsi?

Ketika hendak mengkonsumsi bayam, ada baiknya pilihlah daun bayam yang besar daunnya, semakin matang maka cenderung semakin keras dan berserabut. Selain itu, bayam yang disimpan dan ditempatkan dibawah cahaya langsung mengandung lebih banyak nutrisi daripa bayam yang disimpan ditempat yang gelap tanpa cahaya matahari. Pembekuan pada bayam juga dapat mengurangi manfaat kesehatannya, ada baiknya ketika membeli bayam segar dan memakannya pada hari yang sama. Sebelum memakan bayam, dianjurkan cara memasaknya dengan cara direbus minimal selama 2 menit. Jika ingin mengkonsumsi bayam mentah, sangat dianjurkan untuk dibuat jus, karena tubuh tidak akan bisa benar-benar memecah nutrisi dalam bayam mentah. Bayam baik untuk pencernaan, memudahkan konstipasi dan melindungi lapisan lendir perut. Sehingga mengeluarkan racun dari usus besar dan mencegah dari bisul. Vitamin dan mineral yang terkandung pada bayam berperan dalam perawatan kulit, yaitu mencegah kulit kering dan gatal sehingga membua kulit lebih bercahaya.

Baca juga :
loading...

0 Response to "Benarkah, rajin mengkonsumsi bayam dapat mencegah Kanker?"

Post a Comment